Powered by Blogger.

You Might Also Like

Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Sunday, July 3

Sepatu Yang Cocok Untuk Main Futsal

Dalam permainan Futsal, kita mengenal ada dua jenis lapangan futsal yang umum dipakai, yang berjenis Turf (dengan rumput sintetis, seperti di Meratus Futsal Arena, Suria Futsal, dll) dan yang kedua adalah berbahan matras polypropylene (seperti di Upik Futsal). Dengan lapangan yang berbed, tentunya sepatu yang digunakan juga berbeda, kalo untuk peruntukannya sepatu dengan Sol TF dipakai di rumput sintetis, sendangkan dengan Sol Indoor, dipakai untuk di matras... namun dalam kenyataannya, yang bersol rata indoor bisa digunakan di dua jenis lapangan tersebut, namun bila memakai yang berjenis Turf, sangat otomatis akan terasa sangat licin di lapangan matras.


OK... semoga bermanfaat... Selamat Memilih Sepatu... :-)

Tuesday, June 14

Berita Persaingan Motor CC Medium Makin Ramai

Berita Persaingan Motor CC Medium Makin Ramai: Kaum urban tampaknya memiliki dualisme untuk urusan kuda besi tunggangannya. Memasuki tahun 2010 lalu, pasar jual motor 125 cc ke atas tidak redup bahkan makin ramai dengan kehadiran motor-motor 250 CC. Untuk kelas sport, CC diatas 125 memang ideal, namun kendala mesin yang mudah panas, tenaga yang terlalu besar rasanya sayang jika harus dihabiskan di jalanan Ibukota yang kerap macet.

Bagi pecinta motor sport, pilihan mereka jatuh ke tunggangan dengan CC medium di kelas 150 CC. Kini memasuki tahun 2011, persaingan motor CC medium tampaknya akan makin mengkerucut dengan diprediksi hadirnya Yamaha R125. Tapi sayangnya, Yamaha kemungkinan akan merilis YZF R125 di India dan bukan Indonesia.

Secara singkat, tampilan besutan baru Yamaha ini mengalami sedikit perubahan dari model sejenis yang dirilis untuk kelas Eropa. Tampilan ini tampaknya menyesuaikan dengan selera konsumen setempat yang lebih menginginkan tunggangannya berkesan kokoh, sangar dan besar. Sementara di Eropa konsumen lebih menginginkan motor yang ramping namun mampu dibesut mumpuni dengan tenaga yang oke.

Untuk masalah spesifikasi teknisnya memang belum ada bocoran resmi. Namun mengambil gambaran dan perkiraan dari model sebelumnya tampaknya R125 akan dibekali mesin yang sama 124.66 cc 4-valve SOHC sistem injeksi dan berpendingin cairan.

Saturday, April 30

Hornets Bungkam Lakers

New Orleans Hornets akhirnya sukses menyamakan agregat menjadi 2-2 atas LA Lakers dalam babak play-off NBA berkat penampilan gemilang Chris Paul.

Bertanding di markas kebanggaannya, New Orleans Arena, Senin (25/4/2011) WIB, Hornets tampil luar biasa sejak kuarter kedua dan sukses menumbangkan Lakers dengan skor tipis 93-88. Kemenangan ini membawa mereka menyamakan agregat menjadi 2-2 atas Lakers.

Sebenarnya, Lakers menguasai penuh jalannya kuarter pertama dan mereka berhjasil menutup kuarter itu dengan keunggulan 25-22. Namun, Hornets banglit di tiga kuarter berikutnya dan menutup pertandingan dengan keunggulan 93-88.

Chris Paul menjadi bintang kemenangan Hornets dengan mengemas 27 poin, 15 assists, dan 13 rebounds. Sedangkan di kubu Lakers, Kobe Bryant menjadi pemain yang paling bersinar dengan membukukan 17 poin.

Sementara di pertandingan lain, Atlanta Hawks sukses memtik kemenangan 88-85 atas Orlando Magic dan memperlebar keunggulan agregat menjadi 3-1. Jamal Crawford menjadi bintang kemenangan Atlanta dengan menyumbang 25 poin.

Adapun, Philadelphia sukses memperkecil ketertinggalannya menjadi 3-1 setelah memetik kemenangan tipis atas Miami Heat 86-82. Elton Brands menjadi bintang Philadhelpia dengan 15 poin dan 11 rebounds. Sedangkan di kubu Heat, LeBron James tampil bersinar dengan 31 poin.

Friday, April 29

Di Tengah Persawahan, Widodo C Putro Dirikan Akademi Sepakbola

Mantan pemain timnas Indonesia, Widodo Cahyono Putro, mendirikan akademi sepakbola untuk usia 14-18 di Gresik, Jawa Timur. Akademi yang diberi nama Wahana Citra Pesepakbola (WCP) itu berusaha menggali potensi talenta sepakbola di kota santri yang belum tersentuh.

Tidak kurang sebanyak 80 anak telah dijaring akademi yang akan diperkuat oleh pelatih-pelatih hebat seperti Widodo, Fakhri Husaini, Wolfgang Pikal, dan Jacksen F Tiago tersebut. Widodo mengatakan alasan mendirikan akademi di Gresik karena potensi sepakbolanya belum tergarap.

“Gresik mempunyai banyak talenta pemain sepakbola hebat, namun belum banyak yang melihat itu,'' katanya.

Pusat akademi WCP terletak di Desa Kembangan, Kecamatan Gresik. Menariknya, letak lapangan sepakbola akademi itu berada di tengah sawah. Menurut asisten pelatih timnas U-23 ini, kondisi lapangan yang jauh dari hiruk pikuk keramaian itu akan menjaga fokus setiap anak didiknya saat berlatih.

“Tiga bulan terakhir, kami masih sibuk mengurusi lapangan yang terletak di tengah sawah itu. Rumput dan tanah lapangan kami ambil dari Malang. Kami sengaja membangun lapangan di tengah sawah dan jauh dari kehidupan masyarakat sekitar agar menjaga konsentrasi anak-anak saat berlatih,” kata pria berusia 40 tahun itu

Wednesday, April 27

Striker Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa

Ia menolak pindah ke klub lain meskipun Fiorentina degradasi ke Serie B Italia pada musim 1992/93. Namun pada tahun berikutnya, striker Argentina yang kerap disapa Batigol ini membawa klubnya kembali ke Serie A. Dari Newell’s Old Boys hingga gantung sepatu di Al Arabi, Batigol mengemaskan total 254 gol dari 441 kali main. Setelah sembilan musim bersama Fiorentina, ia dijual ke AS Roma dan menjadi sumber inspirasi utama Giallorossi untuk meraih scudetto ketiga dalam sejarahnya.


11. Thierry Henry
Kala membela Arsenal, Henry menjadi topskor Liga Primer Inggris sebanyak empat kali (2002, 2004, 2005 dan 2006) dan menjadi pemain tersubur The Gunners dengan 226 gol dari semua kompetisi. Ia juga meraih dua gelar penting bersama timnas Prancis, yakni Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.

10. Roberto Baggio
Sayangnya, Baggio lebih diingat dengan kegagalannya mengeksekusi tendangan dari titik putih sehingga Italia kalah adu penalti melawan Brasil di final Piala Dunia 1994. Tapi, tanpa penampilan Baggio yang gemilang sepanjang turnamen itu, Azzurri tak mungkin mencapai final. Ia menjadi anak emas sepakbola Italia sejak bergabung dengan Fiorentina pada 1985, sebelum rekor transfernya ke Juventus menjelang Piala Dunia 1990. Dikenal dengan sebutan “The Divine Ponytail” karena rambut kuncir dan ketaatannya menjalankan agama Budha, Baggio meraih scudetto dua kali – bersama Juventus pada 1994/95, dan AC Milan pada musim berikutnya. Pemain Terbaik Dunia versi FIFA pada 1993.

9. Alessandro Del Piero
Juventus forever, per sempre, selamanya! Itulah si Pinturicchio yang sudah lima kali scudetto bersama Bianconeri dan menjadi ikon klubnya dengan 500 penampilan lebih. Sama halnya dengan Batigol, ia pun menolak keluar dari klubnya yang degradasi pada 2006 akibat kasus Calciopoli. Titel U-21 Eropa pada 1994 dan 1996 disandangnya, ditambah lagi gelar juara Piala Dunia 2006. Loyalitas adalah emas!

8. Marco van Basten
Torehan 218 gol dari 280 penampilan bersama Ajax dan AC Milan bukan prestasi yang mudah diraih. Ia juga mengoleksi hat-trick gelar pada 1992 – Pemain Terbaik Dunia versi FIFA, Pemain Terbaik Eropa, dan Pemain Terbaik Dunia. Marco van Basten menjadi pemain yang sukses mengikuti jejak Johan Cruyff, sekaligus memimpin Belanda juara Eropa untuk pertama kalinya pada 1988. Bersama AC Milan, ia meraih Piala Eropa pada 1989 dan 1990. Sayangnya, cedera pergelangan kaki memaksanya pensiun lebih dini. Meski demikian, Van Basten tetap berkiprah dalam dunia sepakbola. Ia melatih timnas Belanda pada 2004-08 dan kini mengasuh Ajax.

7. Ronaldo (Ronaldo Luiz Nazario da Lima)
Sang fenomena ini sudah dua kali meraih hat-trick gelar Pemain Terbaik FIFA, Eropa dan Dunia. Nama Ronaldo mulai bangkit ketika melesatkan 58 gol dalam 60 pertandingan di awal karirnya bersama Cruzeiro pada 1993. Setelah dua musim yang gemilang bersama PSV Eindhoven, ia bergabung dengan Barcelona pada 1996 dan membukukan 34 gol dalam 37 laga untuk menjadi topskor. Bersama Inter Milan, Ronaldo ‘mengejek’ gaya pertahanan klub Italia lainnya. Alhasil, 25 gol dikemasnya, sekaligus membawa Inter juara Piala UEFA – semuanya dalam musim pertamanya. Ia juga meraih topskor pada dua musim pertamanya bersama Real Madrid. Duka kekalahan 3-0 dari Prancis pada final Piala Dunia 1998 terhapus, ketika Ronaldo membawa Brasil juara Piala Dunia berikutnya. Ia menjadi topskor dengan 8 gol, dan dua di antaranya dicetak di final melawan Jerman.

6. Bobby Charlton (Sir Robert Charlton)Inilah salah satu pemain terbaik Inggris sepanjang masa. Bobby Charlton meraih 106 caps dan 49 gol bersama timnas Inggris. Sebagai bagian dari “Busby Babes” yang selamat dari tragedi Munich 1958, Charlton sepuluh tahun kemudian membawa Manchester United menjadi klub pertama Inggris yang juara Piala Eropa. Charlton juga membantu tuan rumah Inggris meraih Piala Dunia 1966. Perlawanan Charlton kontra Eusebio di semifinal melawan Portugal dikenang sebagai pertandingan terbaik Inggris sepanjang masa.

5. Alfredo Di Stefano
Ketika membela Real Madrid, Di Stefano mengoleksi delapan titel Liga Spanyol dan memenangkan lima edisi pertama Piala Eropa. Ia juga melesatkan gol dalam setiap pertandingan final. Kepemimpinannya di lapangan ditambah skill menakjubkan membuat Di Stefano menjadi faktor utama Real Madrid mendominasi Eropa pada akhir 1950-an. Namun, Di Stefano gagal di tingkat internasional. Ia pernah memperkuat timnas Argentina, Kolombia dan Spanyol, tapi tak satupun gelar Piala Dunia direbut. Ia selalu dikenang ketika menciptakan hattrick saat Real Madrid membantai Frankfurt 7-4 untuk mengangkat trofi Piala Eropa kelima kalinya beruntun.

4. Ferenc Puskas
Inilah striker yang kualitasnya akan sulit ditemui lagi di Hongaria. Bersama timnas, ia mencatat rekor 84 gol dari 85 caps. Tubuhnya pendek, dadanya rata, tapi kekuatannya terletak pada kaki kirinya yang mampu melepaskan tembakan secepat kilat. Setelah meraih medali emas Olimpiade 1952 sekaligus mengakhiri dominasi Inggris di Eropa, timnas Hongaria menjadi favorit juara Piala Dunia 1954. Tim berjuluk “Mighty Magyars” melesakkan 17 gol dalam babak grup sebelum menyingkirkan Brasil dan Uruguay. Meskipun cedera berat, Puskas memaksakan dirinya tampil di final, bahkan mencetak gol sebelum kalah secara menyakitkan oleh Jerman Barat.

3. Eusebio (Eusebio da Silva Ferreira)
Pemenang Sepatu Emas di Piala Dunia 1966 ini mencetak sembilan gol buat Portugal sebelum tersingkir di semi-final oleh tuan rumah Inggris, yang kemudian keluar sebagai juara. Eusebio menjadi pemain Afrika pertama (kelahiran Mozambique) sehingga dikenal sebagai “Pele versi Eropa” – dan hingga kini masih dinobatkan sebagai pemain terbaik Portugal sepanjang masa. Dari Benfica hingga Sporting Lisbon, nama Eusebio bersinar di usia 19, ketika mencetak hat-trick ke gawang Santos (yang kala itu diperkuat Pele) pada Turnamen Paris 1961. Eusebio menjadi topskor Liga Portugal tujuh kali dan meraih Pemain Terbaik Eropa pada 1965. Dua golnya ke gawang Real Madrid membantu Benfica meraih Piala Eropa untuk kedua kalinya pada 1962. Sayangnya, ia cedera lutut dan terpaksa gantung sepatu pada umur 32 tahun. Ia menorehkan 41 gol dari 64 caps internasional.

2. Johan Cruyff
Inilah master of total football. Kapten Cruyff memimpin Belanda di Piala Dunia 1974, dengan mencetak dua gol baik ke gawang Argentina maupun Brasil, sebelum dikalahkan Franz Beckenbauer dan Jerman Barat di partai puncak. Johan Cruyff merupakan nama paling terkenal dalam sejarah sepakbola Belanda. Ia menjadi pemeran utama dalam dominasi Ajax di kancah Eropa pada era 1970-an. Ia mendominasi Belanda dengan delapan titel domestik bersama Ajax ditambah satu lagi di Feyenoord. Tiga gelar Piala Eropa berturut-turut diraih pada 1970 hingga 1973 sebelum hijrah ke Barcelona. Ia pensiun menjelang Piala Dunia 1978, dan selanjutnya sukses melatih dua bekas klubnya.

1. Pele (Edson Arantes do Nascimento)
Pada usia 17 tahun, Pele (foto) memborong enam gol di Piala Dunia 1958, dan menjadi sumber inspirasi Brasil meraih titel pertamanya. Karirnya penuh dengan prestasi, di dalam maupun luar lapangan, dan saat ini menjadi duta besar sepakbola. Angka-angkanya: 470 gol dalam 412 penampilan bersama Santos, dan 77 gol dari 92 caps di timnas Brasil. Tiga kali juara Piala Dunia, sepuluh titel Campeonato Paulista, dua Copa Libertadores. Butuh penjelasan apa lagi?

Monday, April 25

Sejarah Dunia Tinju Professional Paling Kelam

Tinju Profesional dikenal sebagai "Sweet Science", tetapi dengan adanya korupsi, kolusi kecurangan,  ancaman kekerasan yang melatar belakanginya, dan lahirnya badan baru MMA, telah mengancam eksistensi olahraga tinju professional dunia

Pertandingan Besar masih menghasilkan keuntungan yang besar,kadang jumlahnya sangat mencolok perbedaannya dan inilah 10 peristiwa yang telah memberi kontribusi pada kehancuran olahraga tinju


10. James Butler 



Butler adalah seorang pejuang muda yang sangat menjanjikan dari New York City, dikenal dengan julukan "Harlem Hammer".Pada bulan November 2001, James Butler bertanding melawan Richard "The Alien" Grant. pertarungan ini merupakan acara amal untuk korban yang selamat dari serangan 11 September.
Setelah kalah oleh keputusan dengan suara bulat, Butler berjalan ke tengah ring untuk mengucap selamat pada Grant.
Grant bereaksi dengan meregangkan tangannya dalam gerakan untuk merangkul.Sebaliknya, Butler (yang sudah menanggalkan sarung tinjunya) melemparkan pukulan kuat ke wajah Grant. Richard Grant menderita banyak luka wajah termasuk rahang patah, lidah sobek dan beberapa jahitan.Butler, pada gilirannya, ditangkap dan dihukum karena penyerangan, dan dipenjara atas serangan itu.

Sayangnya, cerita tidak berakhir di situ. James Butler melanjutkan karir setelah kejadian ini, tapi tidak pernah bisa menduplikasi kesuksesan sebelumnya. 

Pada bulan Oktober tahun 2004, Butler ditangkap dan didakwaatas pembunuhan Sam Kellerman, saudara dari analis Tinju dari HBO Max Kellerman, dengan palu !!, dan kemudian membakar mayatnya di perapian. Butler mengaku bersalah pada tahun 2006, dan dijatuhi hukuman 29 tahun penjara.


9. Kerusuhan di Madison Square Garden



Petinju kelahiran Polandia, Andrew Golota masuk ring pada 11 Juli 1996, dengan catatan 27-0 yang luar biasa dan di puncak superstardom.Yang ia harus lakukan adalah bisa melewati mantan juara Heavyweight 38-1 Tak Terkalahkan , Riddick Bowe. Golota menanggapi dengan kinerja brilian.

Dengan gaya Polandianya dia mberkali-kali meninju sang mantan juara ronde demi ronde , sampai sang lawan nyaris tunduk. Dia juga unggul dalam nilai dan tampaknya mendekati menang KO atas lawannya.

Di babak ke-7, perjuangan mulai berubah sangat aneh.Golota (untuk alasan yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri) memulai untuk terang-terangan dan berulang kali meninju Bowe di bawah garis sabuk.Golota diperingatkan beberapa kali dan pemotongan poin bahkan dia terima, tetapi pelanggaran terus dia lanjutkan. 

Setelah beberapa pukulan rendah yang lebih mencolok terlihat, wasit terpaksa mendiskualifikasi dia. dari sudut Riddick Bowe menanggapi dengan terburu-buru masuk ring dan dengan kejam menyerang Golota dan timnya.Hal ini segera memicu kerusuhan rasial yang lebih besar, oleh para penonton.Pihak keamanan MSG tidak dilengkapi untuk menangani perkelahian besar dan harus menunggu polisi kerusuhan New York datang. 

Bala bantuan akhirnya tiba tetapi tidak sebelum puluhan penggemar, personil official tinju personil dan polisi terluka dalam insiden memalukan dan aneh ini.

8. Hanya Terjadi di Amerika



Tidak sembarang orang bisa memiliki waralaba sepak bola profesional. Tidak sembarang orang bisa memiliki waralaba bisbol.Tapi Siapapun dapat menjadi Promotor perkelahian, bahkan pembunuh yang pernah dihukum karena membunuh operator dari Cleveland. 

Pada tahun 1974, Don King secara besar-besaran mempromosikan pertarungan tinju profesional pertamanya.

dan Ternyata menjadi terkenal karena menampilkan Ali vs Foreman "Rumble in the Jungle" di Zaire. Mega-event ini langsung mengubah king menjadi promotor utama dalam tinju selama 30 tahun ke depan.
Namun, sayangnya sang pemain utama suka ini suka bermain kotor; banyak eksploitasi dari King yang disembunyikan. 

Dia telah melakukan penipuan demi penipuan di setiap dan hampir semua petinju muda yang dijanjikan untuk bergabung dengan sasananya. Don king telah diindikasikan terlibat dalam: pembunuhan, penyuapan, pencurian, taruhan, pelanggaran kontrak, dan pemerasan yang dibantu mafia .Larry Holmes pernah berkata, "Don King merubah gaya rambutnya seperti itu agar dia dapat menyembunyikan tanduknya".

7.  Sonny Liston dan Mafia Sony



Dengan semua account Liston memiliki masa kecil yang menyedihkan. Sangat miskin dan banyak mengalami pelecehan fisik, Liston meninggalkan rumah pada usia muda dan berpartisipasi dalam banyak kejahatan dengan kekerasan . Saat dipenjara, keterampilan tinju dia dapatkan dan, segera setelah dibebaskan, ia mulai menghancurkan string lawan dalam perjalanan dem gelar Heavyweight. 

kecakapan luar biasa Liston's menarik perhatian beberapa asosiasi termasuk mafia, Frankie Carbo dan "Blinky" Palermo. Pada saat Sonny Liston berjuang melawan Cassius Clay muda pada tanggal 25 Mei 1965, banyak pers sudah menduga bahwa Liston dikontrol oleh mafia. 

Ia tetap berpartisipasi dalam salah satu perbaikan paling jelas dalam sejarah olahraga.Di babak pertama, Liston melakukan diving dan membiarkan dirinya untuk dipukul oleh pukulan Clay (Ali) yang terkenal "pukulan siluman". 
dalam slow motion menunjukkan kombinasi cepat yang tampaknya meleset, atau hanya menyerempet Liston. 

Kebetulan, pertarungan pertama mereka juga berakhir kontroversial ketika Liston menolak untuk keluar dari sudutnya pada ronde ke 7, dia mengklaim cedera bahu.Sonny Liston akhirnya mati 5 tahun kemudian, dalam keadaan dan situasi yang sangat mencurigakan.

6. Korupsi Richard Steele

Sebuah peristiwa yang sangat langka terjadi pada tanggal 17 Maret 1990.Pada malam ini dua juara tak terkalahkan, baik di kelas berat dan dalam pertandingan utama mereka, berjuang satu sama lain. 

Julio Cesar Chavez yang mempunyai rekor pertandingan 68 kali menang dan 0 kalah( dipromotori oleh Don King) bertemu peraih medali emas Olimpiade tak terkalahkan, dan juara kelas menengah, Meldrick Taylor. 
Chavez adalah favorit juara tapi Taylor yang mendominasi pertarungan dari bel pembukaan.
Pada akhir kecepatan Taylor mulai berkurang namun ia masih memimpin dalam perolehan nilai termasuk di ronde final.
Beberapa saat sebelum akhir pertandingan, Chavez mencetak knockdown tapi Taylor bangkit berdiri dengan cepat.pertandingan terus terjadi, Taylor akan tetap dimenangkan dengan keputusan suara bulat, tapi itu tidak terjadi.Wasit pertarungan, Richard Steele, menghentikan pertandingan saat waktu tersisa 2 detik di ronde akhir, dan memberi kemenangan kepada Chavez. 
Terjadilah protes langsung dari phak Taylor, tapi Nevada State Athletic Commission (badan yang integritasnya sering dipertanyakan)kekeh dengan keputusan akhir ini.Karir dan kesehatan Taylor selanjutnya hancur dan dan dicuri, hal ini menjadi ritual yang disukai petinju Don King, yang hobi Menodai sportifitas olahraga Tinju .


5 Skandal Internasional Boxing Federation (IBF)




IBF, antara entitas lain, adalah badan sanksi utama yang berbasis di New Jersey.Cara dan sistem Tinju adalah: masing-masing badan sanksi tinju mempunyai juara dari versinya.Juara hanya diperbolehkan untuk melawan petinju peringkat di atas 15.Peringkat komite menentukan siapa yang mendapatkan peringkat. 

ketua komite penentu Peringkat memiliki keputusan terakhir dan terkenal dengan korupsinya.

Pada bulan November 1999, Presiden IBF Bob Lee Sr didakwa dan dihukum atas tuduhan banyak pemerasan. 

Lee bersekongkol dengan ketua peringkat lainnya, C. Douglass Beavers, untuk rig sistem peringkat dengan mendukung petinju yang promotornya berani membayar suap pada mereka lebih besar. 
Duo ini secara rutin menghasilkan ratusan ribu dolar dari orang seperti Don King dan Cedric Kushner, sebagai imbalan atas artifisial menggelembungkan peringkat pertarungan mereka. Promotor yang tidak membayar tidak mendapatkan gelar. 
Hasilnya adalah: sebuah sistem yang benar-benar korup yang tidak berdasarkan prestasi.Salah satu sisi gelap olahraga tinju...

4. Tinju bukan berasal dari jaman keemasan




James D. Norris adalah orang yang sangat kaya dan sangat kuat pada pertengahan abad ke-20.Ia memiliki banyak perusahaan dan sangat terlibat di dunia olahraga, termasuk memiliki waralaba Nasional Hockey League , memiliki kepentingan besar di Madison Square Garden dan pacuan kuda .Jim Norris juga individu yang sangat buruk dan dikenal luas bergaul dengan penjahat. 

Sebagai presiden dari International Boxing Club, Norris memiliki monopoli virtual pada pertandingan kejuaraan, karena kontrak yang menguntungkan itu IBC harus disiarkan perkelahian di televisi nasional.

Jim Norris secara pribadi bertanggung jawab untuk memperbaiki berbagai buti, termasuk: Harry Thomas vs Max Schmeling pada tahun 1937, dan Jake LaMotta vs Billy Fox pada tahun 1946.Korupsinya secara nyata tidak mengenal batas. 

Selain pengaturan pertandingan dia juga tidak resmi mengelola banyak petinju (yang biasanya bertentangan dengan keinginan mereka) dan membujuk mereka untuk menyewa rekan-rekannya sebagai penasihat. 

tindakan Norris 'diabadikan dengan serangkaian lelucon yang bisa melewati kecurigaan publik, dan membantu mengikis integritas olahraga tinju.

3. Olympiade Seoul, Korea - 1988 

Banyak orang ingat Roy Jones Jr muda dirampok medali emas Olimpiade oleh hakim korup, tetapi hanya sedikit ingat dengan kejadian yang lebih buruk yang mendahuluinya. 

Keith Walker dari Selandia Baru officil pertarungan kelas bantam antara Byun Jong Il dari Korea Selatan dan Alexander Hristov dari Bulgaria.Pertarungan ini adalah penuh kebusukan dan Walker harus berulang kali menghukum Jong untuk menyeruduk kepala .
Pada akhir pertarungan, Hristov diumumkan sebagai pemenangnya tapi ini hanya membuat marah tuan rumah pendukung Jong. 

Sejumlah ofisial tinju dari Korea Selatan dan pelatih menyerbu cincin dan kejam menyerang wasit Keith Walker dengan pukulan, tendangan, botol dan bahkan kursi.Walker ketakutan nyaris lolos cedera serius dan langsung MENUJU ke bandara dan mengambil pesawat pertama kembali ke New Zealand. 

Membuat malu dan mempermalukan , Presiden Federasi Tinju Korea presiden dan presiden Komite Olimpiade Korea ,dan kedua-duanya mengundurkan diri setelah insiden menyedihkan ini.


2. Actions of Panama Lewis


Pada suatu waktu Carlos "Panama" Lewis adalah seorang pelatih kelas dunia, karakternya, di sisi lain, sama sekali tidak kelas dunia. 

Meskipun sudah berada di bawah awan kecurigaan karena diduga memberikan PARA PETINJU air yang dibubuhi stimulan ilegal dan untuk perjudian pada pertarungan yang melibatkan dia dlam tindakan kotor ini; Panama Lewis mengarang sebuah rencana jahat untuk petinjuya, Luis Resto. 
1983 Resto tak lebih dari seorang petarung amatir pekerja harian, atau hanya lawan profesional ketika ia melawan juara tak terkalahkan Billy Collins Jr bintang baru, pada 16 Juni 1983

Mengetahui lawan Resto yang jauh di atasnya, Panama dan pelatihnya menghapus busa dari sarung tangan dan menambahkan pemberat ilegal pada sarung tinjunya.Luis Resto melanjutkan dengan menyiksa lawan yang tidak curiga selama 10 ronde. 

Setelah dinyatakan sebagai pemenang, Resto mendekati sudut Collins '. Ayah Collins ', yang sempat mencurigai kekuatan baru Resto, menyentuh tangan Resto dan pejabat ringside dan segera memberitahu para offisial. 

Sarung tangan tinju itu disita oleh state Athletic Commission dan keduanya dimasukkan dalam tuduhan. 

Panama Lewis dan Luis Resto berdua secara permanen dicabut izin usahanya dan diberi hukuman penjara. 

Sadly, Billy Collins Jr. would never fight again, his once promising career shattered by the injuries he received. 

Sayangnya, Billy Collins Jr tidak akan bertarung lagi, karirnya yang pernah menjanjikan hancur oleh luka yang ia terima. 

Collins Jr mati kurang dari satu tahun kemudian, diputuskan karena bunuh diri meskipun banyak kecurigaan

1. Kematian Duk Koo Kim 


Seorang superstar di Korea Selatan, Kim telah naik sampai ke nomor satu petinju kelas ringan dan mencoba meraih gelar juara dunia melawan Ray "Boom Boom" Mancini, pada tanggal 13 November 1982. 
pertarungan itu sangat brutal, khususnya untuk Kim, yang telah mulai terjatuh di rode akhir setelah menyerap begitu banyak pukulan yang luar biasa dari sang juara.Pada bagian awal ronde 14, Mancini memukul Kim dengan tangan kanan yang menyebabkan dia untuk terlempar menuju tali ring dan lalu menghantamkan kepalanya di kanvas.

Kim berhasil bangkit, tetapi perkelahian itu dihentikan oleh wasit.Beberapa menit kemudian Duk Koo Kim jatuh dan mengalami koma, dibawa keluar dari ring dan langsung ke rumah sakit. 

Tragisnya, bintang Korea meninggal 4 hari kemudian dari trauma otak parah.Dari ratusan korban ring yang pernah dicatat, kematian Kim adalah salah satu yang paling menyedihkan.lawan Kim, Ray Mancini, tidak akan pernah lagi menjadi petarung kaliber yang sama, dan secara luas melaporkan bahwa ia menyalahkan diri sendiri atas kematian Kim. 

ibu Kim melakukan bunuh diri tiga bulan setelah kematian anaknya dengan minum sebotol pestisida.Wasit pertarungan, Richard Green, dirundung oleh rasa bersalah, juga melakukan bunuh diri tidak lama setelah kematian kim.

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)